Berita Pendidikan Islam

Pendidikan Agama Islam di Sekolah Bentuk Keperibadian Siswa


Foto

Bogor (Pendis) --- Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diterapkan di sekolah umum mulai TK sampai Perguruan Tinggi memiliki peranan sangat strategis dan signifikan untuk pembentukan kepribadian siswa.

Demikian disampaikan Plt Direktur PAI Kemenag RI Rohmat Mulyana Sapdi saat membuka pelatihan Peningkatan Kurikulum dan Pembelajaran di Kota Bogor (31/08/2021). Pelatihan berlangsung salama tiga hari menghadirkan guru PAI dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Banten.

“Pelajaran ini mampu memberikan arah siswa menjadi manusia beriman dan berilmu. Pelajaran PAI sarat dengan nilai-nilai yang dibutuhkan siswa selama di dunia dan akhirat,” tutur Rohmat di Bogor, Selasa (31/08).

Dikatakan Rohmat, bahwa pelatihan dilaksanakan sebagai upaya  membekali para guru PAI untuk dapat memahami dan menguatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Pelatihan ini memfasilitasi guru PAI menguatkan kompetensinya, sadar tanggung jawabnya yang sangat mulia karena pembelajarannya menyelamatkan anak-anak di dunia dan akhirat.

“Ini sangat mulia yang lebih mulia daripada profesi yang lain. Bapak/ibu (guru PAI) adalah orang-orang yang akan menyelamatkan anak-anak nanti di surga,” ujarnya.

UU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional), lanjut Rohmat, menyebutkan bahwa tujuan pendidikan memberdayakan potensi peserta didik menjadi manusia beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, memiliki nilai dan sikap, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis, bertanggung jawab.

“Memberikan ilmu kepada anak yang nanti jadi jangkar dalam kehidupan adalah perbuatan sangat mulia. Dalam konteks kebangsaan, guru telah menjalankan amanat UU dengan baik yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa, membekali siswa memiliki ilmu dan iman,” imbuhnya.

Amanat tersebut diwujudkan melalui lembaga pendidikan. Sekolah umum merupakan lembaga pendidikan yang memiliki tanggung jawab pembelajaran PAI untuk SD 4 (empat) jam per minggu dan SMP/SMA/SMK 3 (tiga) jam per minggu.

Terkait guru, menurut Rohmat, peran PAI dalam kehidupan memiliki banyak sekali manfaat. Guru PAI diharapkan tidak hanya mampu mengarahkan siswa terhindar dari perilaku negatif seperti tawuran, perampokan, narkoba, pembunuhan, pemerkosaan, dan sejenisnya.

Tidak kalah pentingnya bahwa guru PAI melalui pembelajarannya juga harus bisa menyesuaikan dengan norma-norma kebangsaan dan kenegaraan. “Guru PAI harus bisa melejitkan potensi siswa dalam bidang mental intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam konteks PAI, merawat keberagamaan, memantapkan keberagamaan,” tegas Rohmat.

Indikator keberhasilan guru PAI adalah perilaku remaja dalam lapisan masyarakat. Jika remaja memiliki akhlak mulia, pelajaran PAI mampu memberikan dampak signifikan. Sebaliknya, jika perilaku masyarakat mengalami kemerosotan tajam, hal ini berarti PAI belum optimal berjalan di sekolah umum.

“Saya berharap guru PAI tidak berhenti melakukan terobosan, menyusun langkah-langkah inovatif, mencari model pembelajaran baruj untuk menginternalisasi nilai-nilai ajaran Islam dalam diri peserta didik,” harap Rohmat.   (Yanto/Iyan)

Diupload oleh : MAR (-) | Kategori: Kegiatan PAIS | Tanggal: 02-09-2021 09:58