Berita Pendidikan Islam

Guru PAI Jawa Barat Berlatih Terapkan Metode Bagdadiyah


Foto

Bandung (Pendis) - Banyak metode pengajaran membaca Alqur`an yang disampaikan kepada para peserta didik di sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI). Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: Dj.I/12A Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler PAI pada sekolah, menyatakan pembelajaran PAI di sekolah selain dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, juga dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu yang dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler PAI yaitu Tuntas Baca Tulis Alqur`an (TBTQ).

Berdasarkan peraturan di atas, Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama RI melalui Subdit PAI pada SD menyelenggarakan Workshop TBTQ Angkatan 8 di Bandung, Jawa Barat 28 s/d 30 Agustus 2017. Kegiatan yang diikuti 60 peserta GPAI se-Jawa Barat ini memperkenalkan metode membaca Alqur`an bernama Bagdadiyah. Narasumber kegiatan berasal dari Pusat Pelatihan dan Pengembangan Metode Bagdadi (P3MB) Jakarta.

Metode Bagdadiyah menurut salah seorang narasumber, Abdul Rosyid, sebenarnya bukan metode baru. Di kalangan nahdliyin, qaidah Bagdadiyah sudah lama diperkenalkan pada santri-santrinya. Penekanan pengajaran pada metode ini terletak pada kesadaran terhadap pengucapan huruf sesuai dengan makhraj dan sifat huruf hijaiyah. Perhatian selanjutnya terletak pada keserasian bacaan. Misalnya mad dibaca 2 harakat, tempo dengung nun serta mim tasydid, dan lainnya. Para peserta workshop diajak narasumber mengenal makharijul huruf maupun sifatu huruf dengan cara menyanyi menjadikan kegiatan pelatihan terlihat semarak dan menyenangkan.

Kasubdit PAI pada SD, Ilham menjelaskan bahwa kegiatan workshop TBTQ selain untuk mensosialisasikan kebijakan Direktorat PAI terkait pengembangan ekstrakurikuler PAI di sekolah juga memiliki 2 manfaat yakni memacu meningkatkan mutu GPAI dalam mengajar Alqur`an, dan meningkatnya pendalaman metode membaca Alqur`an yang baik, benar, cepat dan mudah. Harapannya, setelah pelatihan ini, para GPAI bisa menerapkan metode yang dipelajari kepada para peserta didik di sekolah masing-masing. (wikan/dod)

Diupload oleh : dod (-) | Kategori: Kegiatan PAIS | Tanggal: 29-08-2017 00:00


Share dengan...