Berita Pendidikan Islam

Menag: Cinta Tanah Air Bagian dari Menegakkan Agama


Foto

Serpong(Pendis) - Kementerian Agama menyelenggarakan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) yang ke-17 bersamaan dengan kegiatan International Islamic Education Expo (IIEE) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan pada tanggal 21 s/d 24 Oktober 2017.

"Tidak sepatutnya agama dan kewarganegaraan sering menjadi hal yang dipertentangkan. Sebab kewarganegaraan muncul dari loyalitas atas dasar kesamaan tempat tinggal, tanah air tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan," ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin saat menjadi Pembicara Kunci pada AICIS di Serpong, Selasa (21/11).

Cinta dan loyal kepada tanah air adalah fitrah kemanusiaan yang diakui dan diapresiasi oleh agama mana pun, membela dan mempertahankan tanah air adalah bagian dari upaya menegakkan agama, tegas Menag.

"Dalam kajian maqashidus syariah, ajaran Islam datang untuk melindungi, antara lain, agama (hifzhu al-Din) dan jiwa (hifzh al-nafs). Kesepakatan sebagai bangsa dan warga negara untuk hidup aman dan damai, sehingga terhindar dari perpecahan dan peperangan yang menyebabkan pertumpahan darah, harus dijunjung tinggi, agar kehidupan beragama dapat senantiasa terjaga rukun dan harmoni," ujarnya.

AICIS 2017 ini mengangkat tema Religion, Identity, and Citizenship: Horizons of Islam and Culture in Indonesia. Menag mengapresiasi tema ini karena dinilai aktual di tengah munculnya berbagai konflik politik di banyak wilayah yang dipicu oleh keragaman identitas; agama, etnik, budaya, dan sebagainya dalam masyarakat.

Menag mengajak para cendekiawan dan intelektual Muslim untuk terus mengkaji formula yang terbaik dalam mendudukan agama, identitas dan kewarganegaraan, dengan tetap mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan seperti yang dilakukan para pendahulu.

AICIS 2017 menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: Syed Farid Alatas (National University of Singapore), Ronald A Lukens Bull (University of North Florida), Imtiyaz Yusuf (Mahidol University Thailand), Lisolette Abid (Vienna University, Austria), dan Livia Holden (Oxford University UK), selain itu juga dihadiri pimpinan, guru besar, dosen dan peneliti di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. (hikmah58/dod)

Diupload oleh : dod (-) | Kategori: Menteri Agama | Tanggal: 22-11-2017 08:33


Share dengan...