Berita Pendidikan Islam

Pondok Pesantren sebagai Garda Terdepan Pendidikan Karakter


Foto

Jepara (Pendis) - Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, mendorong kalangan pondok pesantren sebagai garda terdepan dalam upaya menciptakan pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter merupakan kebutuhan semua. Tanpa karakter yang mumpuni sangat sulit negeri ini akan maju. Hal itu diungkap Menteri Agama RI saat membuka "Musabaqah Qira`atil Kutub (MQK) Tingkat Nasional VI Tahun 2017" yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara, Jawa Tengah, 1 Desember 2017. Hadir dalam kegiatan itu Menteri Agama RI, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Jepara, sejumlah pejabat lainnya serta puluhan ribuan masyarakat luas.

Menurut Menteri Agama, Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang ditandatangani oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada tanggal 6 September 2017 merupakan kebutuhan semua lapisan masyarakat untuk memiliki karakter yang baik. Dalam konteks itu, dirinya sangat mengapresiasi pondok pesantren. "Saya sangat mengapresiasi pola pendidikan yang dilakukan oleh pondok pesantren: kitab kuning sebagai basis kajiannya, semangat untuk memperbaiki diri sebagai harapannya; etika dan akhlak terpuji sebagai kebiasaan hariannya, mencintai ilmu pengetahuan sebagai kesukaannya, toleransi dan menghargai antar sesama sebagai sikapnya, dan membela kepentingan bangsa dan NKRI yang menjadi taruhannya. Semuanya itu didasarkan atas pemahaman keislamannya yang sangat luas," tegas Menteri Agama.

Pesantren, menurut Menteri, bukan hanya milik diri pesantren itu sendiri, tetapi milik kita semua. Milik Indonesia. "Kita semua patut untuk merasa memiliki terhadap pondok pesantren itu. Indonesia sangat beruntung memiliki pondok pesantren," tegasnya Lukman Hakim Saifuddin.

Dengan jiwa keikhlasannya, pondok pesantren sejak dulu hingga kini mampu berdiri di atas kemandirian pesantren, menurut Menteri Agama yang juga jebolan pondok pesantren Gontor. "Pesantren mendidik para santrinya, membimbing masyarakat sekitarnya, menebarkan pesan-pesan agama dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang, serta meneguhkan semangat keindonesiaan," tegas Menteri Agama. (Swd/dod)

Diupload oleh : dod (-) | Kategori: Menteri Agama | Tanggal: 02-12-2017 07:13


Share dengan...