Kamis, 25 Agustus 2016






PENDAPAT GURU ; Kapan Mengajar dengan Multimedia?

DUNIA berubah, maka cara mengajar pun harus berubah. Itulah sepenggal kalimat motivasi yang tertulis dalam pamflet Lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran beberapa waktu lalu. Kalimat yang cukup pendek, namun cukup mendalam bagi para guru yang menginginkan perubahan. Hal yang wajar bila melihat kondisi anak didik yang malas dan mengantuk mengikuti pelajaran, jika metode penyampaian masih begitu-begitu saja, seakan tidak ada warna di dalamnya. Multimedia pembelajaran bukanlah hasil dari pemindahan buku teks pelajaran ke dalam format multimedia. Tapi, bagaimana memvisualisasikan ide kompleks dengan memanfaatkan potensi multimedia (kombinasi teks, gambar, diagram, audio, video, animasi dan atau simulasi) menjadi media pembelajaran yang lebih efektif, efisiensi dan jangan lupa menyenangkan (Uwes K, 2008). Tulisan ini tidak serta merta mengarahkan para guru, baik yang senior maupun junior untuk beralih ke metode pembelajaran dengan menggunakan multimedia all out, namun diarahkan untuk ‘mencoba’ secara perlahan. Mengingat dalam pembuatan media pembelajaran memerlukan waktu, pemikiran dan tenaga yang cukup menguras minimal bila menggunakan Macromedia Flash. Bolehlah secara sederhana untuk awal menggunakan MS Power Point, kemudian ditingkatkan lagi dengan memberi komposisi warna, gambar, desain komunikasi visual yang menarik, lalu dicoba ke arah animasi, karena di MS Power Point masih memungkinkan hal tersebut. Jika hal tersebut sudah dicoba, kemudian dikembangkan lagi dengan menggunakan Macromedia Flash, sambil menyelam berlatih memberi audio dan video. Mengambil tema bahan ajar yang menurut kita sangat membantu memahamkan ke siswa dan menarik bila kita gunakan media komputer merupakan langkah awal sebelum mempersiapkan dan menginstal software pendukung. Menyusun storyboard, kira-kira apa saja yang harus kita tampilkan mutlak diperlukan sambil mempersiapkan gambar, logo, animasi yang diperlukan untuk pembuatan awal. Lalu mulailah mencoba membuat secara bertahap. Saat ini, di pasaran banyak dijumpai contoh-contoh multimedia pembelajaran. Seiring dengan seringnya melihat contoh-contoh yang sudah ada tentu saja dapat membangkitkan ide dan yang paling utama kita jangan sampai mengejar teknologi dengan menggunakan software terbaru, tapi pilihlah software pengembangan berdasarkan solusi yang ditawarkan, yaitu mudah dan memberi solusi. Tidak lupa pemaketan multimedia pembelajaran diupayakan sebaik mungkin dan jangan mempersulit pengguna dengan berbagai tahapan instalasi yang rumit. Kunci kesuksesan pembuatan multimedia seperti disampaikan para pakar multimedia pembelajaran interaktif ditentukan oleh berani mencoba, belajar mandiri (otodidak) dari buku yang ada, tekun, kreatif dan inovatif. Selamat mencoba! q - o *) Penulis, Guru SD Muhammadiyah Sleman.

Diupload oleh : hans (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 10-01-2011 08:53



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.002035 detik