Jumat, 30 September 2016






Kuota Sertifikasi Profesi Guru Tahun ini Jabar Kebagian 40.721 Guru

RADJIMAN,(GM)-
Kuota sertifikasi profesi guru di Jawa Barat untuk 2011 mencapai 40.721 orang atau naik sekitar 1.000 orang dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 39.000 guru. Dari jumlah tersebut, 99% di antaranya diarahkan untuk melalui pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG).

"Sedangkan untuk sisanya sebanyak 1%, proses sertifikasinya diarahkan ke fortopolio," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar, Drs. Dedi Sutardi didampingi staf Subag Kepegawaian dan Umum Disdik Jabar, Sumarya saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (10/1).

Dikatakan, lebih banyak proses sertifikasi diarahkan ke PLPG, karena dari hasil penelitian pemerintah pusat, para guru yang lulus sertifikasi melalui fortopolio kurang berkualitas. Ini berbeda dengan para guru yang lulus sertifikasi melalui PLPG.

"Itu sebabnya proses sertifikasi melalui PLPG lebih besar daripada fortopolio," ungkap Dedi.

Kendati demikian, katanya, penetapan berapa persen melalui PLPG dan fortopolio ini merupakan ketetapan dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK). Disdik Jabar, ungkapnya, hanya merekomendasikan berapa jumlah kuota guru yang akan mengikuti proses sertifikasi guru dalam jabatan setelah mendapat data dari kabupaten/kota.

"Pendataan guru dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota sekaligus membuat ranking. Sedangkan Dinas Pendidikan Jabar hanya merekomendasikan dan menyerahkan laporan dari kabupaten/kota ke LPMP dan LPTK," ujarnya.

Dikatakan, penetapan jumlah kuota guru untuk mengikuti sertifikasi tahun ini seharusnya sudah keluar sejak bulan November, namun baru keluar akhir Desember lalu. Sedangkan persyaratan utama bagi para guru yang ingin mengikuti proses sertifikasi, minimal strata 1 (S1), masa kerja 6 tahun, dan memenuhi jam mengajar 24 jam dalam seminggu. Sementara untuk perankingan, lanjutnya, selain dimbil dari persyaratan, juga harus sesuai dengan nomor unik pendidik tenaga kependidikan (NUPTK).

"Rencananya, penetapan calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan akan ditetapkan LPMP pada 15 Februari mendatang," ujarnya.

Dengan adanya kuota tahun ini, kata Dedi, kurang lebih 70% dari 300 ribu guru di Jabar dari berbagai jenjang sudah disertifikasi. Dedi sangat yakin, pada 2015 proses sertifikasi profesi guru di Jabar bisa tuntas.

"Mudah-mudahan seluruh guru di Jabar bisa disertifikasi seluruhnya pada tahun 2015," ujarnya.

Sementara Sekretaris Sertifikasi Guru dalam Jabatan Rayon X, Prof. Dr. Uman Sumarna mengatakan, proses sertifikasi guru dalam jabatan tahun ini memang berbeda dengan tahun lalu. Sejak awal sudah akan terbagi dua antara PLPG dan fortopolio.

"Khusus untuk fortopolio kuotanya sangat terbatas jika dibanding dengan PLPG," ujarnya.

Usman merasa yakin, proses sertifikasi guru melalui PLPG akan jauh lebih berkualitas jika dibandingkan dengan fortopolio. "Saya yakin, tahun ini para guru yang lulus sertifikasi melalui PLPG jauh lebih berkualitas," ujarnya.

Diupload oleh : - (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 11-01-2011 08:15



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.002985 detik