Kamis, 1 September 2016






PENAMBAHAN KUOTA SERTIFIKASI GURU ; Proses Pendaftaran Perlu Diperlonggar

YOGYA (KR) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten/Kota menyambut baik wacana penambahan kuota sertifikasi bagi guru, yang direncanakan sebanyak 10.000 orang. Meski demikian, mereka mengharapkan aturan terutama dalam pendaftaran sertifikasi prosesnya diperlonggar.

"Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, guru-guru mengeluhkan pendaftaran yang harus dilakukan secara online dengan syarat njlimet. Selain itu ternyata terjadi ketidaksesuaian antara data dari pusat dengan data riil di lapangan. Banyak sekali guru yang sudah meninggal atau pensiun dini masih terdaftar dalam sertifikasi, sehingga data terkesan banyak, namun di lapangan sedikit," ujar Kepala Disdik Kota Yogyakarta, Edi Heri Suasana kepada KR, Selasa (4/10).
Edi menambahkan, Disdik juga memberikan usulan supaya dalam melakukan penambahan kuota, pemerintah pusat memberikan sosialisasi secara jelas hingga tingkat kabupaten/kota. Sosialisasi sertifikasi guru selama ini hanya dilakukan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), sehingga dinilai kurang sesuai.
"Seharusnya, selain LPMP sosialisasi juga lewat Disdik Kota/Kabupaten. Keluhan lain dari guru-guru, informasi sempat terputus karena hanya lewat LPMP saja. Minimal dari Disdik juga diberikan tembusan atau kalau bisa informasi dilewatkan ke dinas supaya dapat menginformasikan ke guru-guru," tambah Edi.
Terpisah, penambahan kuota sertifikasi guru sebanyak 10 ribu bagi daerah yang memiliki kinerja baik mendapatkan respons positif dari pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY. Supaya penambahan kuota tersebut bisa dimanfaatkan, PGRI DIY berharap agar guru-guru yang belum lulus bisa lebih proaktif. "Saya berharap tambahan kuota sertifikasi sebanyak 10 ribu ini bisa mengakomodir guru-guru yang belum lulus sertifikasi,” kata Ketua PGRI DIY, Ahmad Zainal Fanani SPd MA.
Zainal Fanani menyatakan, berdasarkan informasi yang diterima rencananya dari total tambahan kuota sebesar 10 ribu tersebut 2 ribu di antaranya diperuntukkan bagi mereka yang belum lulus sertifikasi. Namun, karena belum ada kepastian dan surat edaran resmi, pihaknya belum melakukan sosialisasi ke pengurus PGRI yang ada di kabupaten/kota.
Sementara, Guru GTT di SMA Muhammadiyah 2 Yogya M Trinurdiantoro ST (36) mengaku senang mendengar ada tambahan kuota untuk sertifikasi guru. Tetapi, ia berharap sertifikasi guru ini tidak harus melalui kuliah yang kadangkala menghabiskan dana tidak sedikit bagi ukuran dirinya. (M-1/Ria/War)-g

Diupload oleh : hans (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 05-10-2011 08:02



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.002701 detik