Senin, 29 Agustus 2016






Peran Daerah pada RSBI Minim

SOLO- Peran daerah tingkat II dalam pengembangan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) masih minim. Bahkan ada beberapa daerah yang terkesan kurang perhatian. Padahal, RSBI sebagai calon sekolah unggulan Indonesia di taraf internasional.

Konsultan Direktorat Pembinaan SMP Kemdikbud Kir Haryana mengatakan, cara pandang kabupaten atau kota di Indonesia terhadap keberadaan RSBI berbeda. Ada beberapa kabupaten/kota yang melarang sekolah RSBI untuk menarik pungutan, tapi pemerintah kota tidak memberikan anggaran dana.

Ada pemerintah yang melarang pungutan, tapi memberikan anggaran dana yang terbatas. ”Peran daerah khususnya tingkat kabupaten kota masih kurang. Tidak semua, tapi ada,” kata Kir, saat ditemui dalam workshop RSBI di SMPN 1 Surakarta, Rabu (26/10).

Dia menjelaskan, berdasarkan PP No 38 Tahun 2007, ada pembagian kewenangan pengelolaan pendidikan di tingkat pusat dan daerah. Antara lain untuk kebijakan, kurikulum, dana, ketenagaan, sarana dan prasarana, serta pengendalian mutu pendidikan.

Pemberian Bantuan

Sementara itu, mengenai kualitas 351 SMP RSBI yang dimiliki, saat ini dilakukan monitoring dan evaluasi. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pemenuhan kriteria minimal (standar nasional pendidikan) dan kriteria tambahan. Ke depan, bagi sekolah yang memenuhi standar akan diusulkan menjadi Sekolah Bartaraf Internasional (SBI). Ini akan menjadi SBI yang pertama dimiliki Indonesia.

Pemberian status bagi 351 RSBI tersebut terbagi menjadi tiga tahap, mulai tahun 2007-2009. Tahun pemberian status ini juga memengaruhi pemberian bantuan dari pusat. Pada 2011 ini, bagi RSBI angkatan 2007 memperoleh bantuan Rp 130 juta, angkatan 2008 (Rp 200 juta), dan angkatan terakhir Rp 300 juta. ”Bantuan berbeda, karena RSBI yang sudah diangkat pada tahun pertama sudah memperoleh banyak bantuan,” ujarnya.

Ketua Forum SMP RSBI Nasional Sutomo mengatakan, SMP RSBI di Jawa Tengah memperoleh bantuan dari provinsi yang besar. Pada 2009 dianggarkan Rp 570 juta per sekolah, tahun 2010 dan tahun ini Rp 400 juta per sekolah. Saat ini jumlah SMP RSBI di Jawa Tengah ada 66 sekolah. ”SMP RSBI sudah bagus, karena memiliki keunggulan. Tidak hanya delapan standar, namun lebih. Seperti SMPN 1 Surakarta ini,” kata Sutomo. (H81-75)

Diupload oleh : hans (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 27-10-2011 09:11



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.002505 detik