Rabu, 31 Agustus 2016






IAIN Walisongo Adakan PLPG 6.005 Guru Agama

Semarang, CyberNews. Sebanyak 6.005 guru agama di Jawa Tengah tahun ini mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di LPTK Rayon 206 IAIN Walisongo Semarang.

PLPG dilakukan sebagai proses sertifikasi guru dalam jabatan guna meraih gelar guru profesional. Demikian disampaikan Ketua Panitia PSG/PLPG, Dr H Fatah Syukur M.Ag dalam pembukaan PLPG tahap 2 di Balai Sasana Merapi PRPP Semarang (7/11).

Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang Dr Sujai M.Ag menyebutkan bahwa PLPG merupakan impian semua guru di Indonesia agar segera menjadi guru profesional. "Dengan mengikuti PLPG, maka guru yang dinyatakan lulus berhak mendapatkan sertifikat pendidikan" tegas Sujai.

Guru profesional harus atraktif dan trengginas agar menjadikan siswa semangat belajar. Sebab banyak materi pembelajaran yang disampaikan justru siswa bosan dan tertidur di kelas. Dalam diklat PLPG ini, guru akan dilatih agar dapat merubah pola pembelajaran konvensional menjadi modern.

Guru profesional juga diharap dapat meningkatkan profesi dan kompetensi. Peningkatan itu sangat terkait dengan kemampuan guru untuk mau belajar kembali kemudian diajarkan kepada siswanya. "Guru juga masih perlu baca dan belajar agar pendidikan semakin maju, jangan sampai guru kalah dengan muridnya" tegas Doktor Bahasa Arab ini.

Prof Dr H Muhibbin M.Ag, Rektor IAIN Walisongo juga menegaskan hal yang sama. "Guru sudah biasa menghadapi peserta didik. Namun guru masih banyak yang mengajar dengan mental asal mengajar. Tapi tidak punya jiwa ingin memahamkan muridnya" ungkapnya.

Sertifikasi guru dengan pola PLPG diharapkan dapat mengubah kondisi guru yang demikian. Sehingga pasca PLPG guru diharapkan mengingkatkan kualitas dan pendidikannya. Sebab pemerintah menyiapkan biaya yang sangat besar. "Jangan sampai guru-guru yang ikut PLPG ini menyia-nyiakan kesempatan ini" tegas Muhibbin.

Sertifikat yang kelak dimiliki oleh guru juga akan bermanfaat bertambahnya tunjangan profesi baik guru swasta maupun negeri. "Dengan meningkatnya pendapatan diharapkan guru meningkatkan profesionalitasnya" tambah Guru Besar Ilmu Hadits ini.

Guru profesional itu minimal ditunjukkan dengan guru yang mau membaca buku dan mempunyai keihlasan dalam memandaikan muridnya. Selain itu, guru agama juga diharapkan mampu memberikan cara pandang agama yang luas kepada siswanya. "Dengan guru rajin membaca, maka siswanya akan dipastikan menjadi siswa cerdas dengan wawasan yang luas" tegas Muhibbin.

Untuk menghalalkan tunjangan profesi guru, Rektor mengharapkan guru mulai rajin membeli buku baru setiap waktu. Lain daripada itu, guru agama yang telah bersertifikat juga diminta untuk rajin berqurban setiap tahun saat Idul Adha.

( Setiawan Hendra Kelana /CN34 / JBSM )

Diupload oleh : hans (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 08-11-2011 08:41



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.002795 detik