Jumat, 9 Desember 2016






Hipnoterapi, Memotivasi agar Sukses UN

MEREKA dibawa ke alam bawah sadar dengan kata-kata positif yang menyugesti. Seperti diingatkan pada masa lalu di mana orang tua merawatnya, membesarkannya, hingga menyekolahkan. Proses yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu dilakukan dengan mata tertutup.

Waktu yang tak berapa lama itu cukuplah membangkitkan emosi mereka. Terbukti banyak dari siswa kelas XII itu meneteskan air mata. Bisa jadi karena saking menghayatinya.

Ya, itulah suasana dari kegiatan hipnoterapi kepada 128 siswa kelas XII SMA Sint Louis Semarang yang dilakukan Hypnomorphosis Unika Soegijapranata, Sabtu (10/3) di sekolah tersebut.

Upaya ini dilakukan sekolah untuk mempersiapkan para siswanya dalam menghadapi ujian nasional (UN) April 2012 mendatang. Selain itu juga digelar latihan dan penjajakan soal.

Dalam hipnoterapi para siswa diajarkan bagaimana memfokuskan kemampuan pikiran dalam mencerna soal UN mendatang. Para tim hipnoterapi mengajak siswa secara langsung melakukan praktik konsentrasi pikiran dan keyakinan tersebut. Salah satu metode yang diajarkan yakni Learn Stage Hipnotist atau membangkitkan sugesti tentang kemampuan yang dimiliki siswa. Mereka diajak konsentrasi pada satu objek atau masalah yang dihadapinya, misalnya memecahkan keramik dengan bolam yang menyala.

Gali Emosi

Ketua Hypnomorphosis Unika Soegijapranata Aris Dwi Arya Nugraha mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan atau meningkatkan hal-hal positif serta membuang yang negatif baik dari perasaan serta pikiran mereka.

Selama berlangsungnya proses ditanamkan poin penting dalam empat tahap untuk bisa mencapai kesuksesan yakni iman, fisik, skill/kemampuan, dan perasaan/psikis.

”Adapun pada proses afirmasi atau membawa mereka ke alam bawah sadar itu untuk menggali emosi yang terpendam agar bisa terlepas dari emosi negatif,” jelasnya yang juga mahasiswa jurusan Psikologi Unika Soegijapranata ini.

Dari proses hipnoterapi itu, salah satu siswa Alice Chen (18) mengaku dirinya menjadi sadar untuk berusaha dan belajar lebih baik. Kesadran itu muncul setelah tersugesti bahwa peran orang tua begitu besar selama ini.

”Setelah mengikuti hipnoterapi ini saya jadi sadar bahwa orang tuaku sangat sayang kepada saya, sehingga saya harus membuat bangga mereka dengan sukses di UN nanti,” tuturnya.

Sementara itu, Guru Bimbingan Konseling SMA Sint Louis, Yustina Nunung menyatakan bahwa disamping latihan soal UN pemberian motivasi kepada siswa menjadi hal penting agar siswa siap secara materi dan mental. Perlu dipahami bahwa keberhasilan peserta didik dalam UN bukanlah semata-mata tergantung kemampuan motorik anak dalam mencerna pelajaran.

”Akan tetapi, juga dari motivasi yang diberikan ke mereka agar mau terus belajar.Jika siswa sudah memiliki motivasi, dengan sendirinya mereka akan berusaha sebaik dan sebisa mereka dengan kemampuan maksimal,” terangnya. (Anggun Puspita-91)

Diupload oleh : hans (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 12-03-2012 10:55



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.003339 detik