Senin, 26 September 2016






Kemenag Beri Perhatian Serius pada Pendidikan Pondok Pesantren

Foto

Pendis - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan perhatian serius terhadap pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren (pontren), oleh karena itu Pondok Pesantren harus menjadi pusat dari segala pengembangan ilmu pengetahuan.


"Pesantren harus menjadi kawah candradimuka dalam mencetak santri-santri yang menguasai berbagai disiplin ilmu," ungkap Menteri Agama Suryadharma Ali ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan rusunawa di Pondok Pesantren Al-Huda Desa Petak, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/1).


Ikut menyaksikan dalam peletakan batu pertama rusunawa itu Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Kepala Kanwil Kemenag Jateng Imam Haromain Asy`ari, Bupati Semarang Mundjirin, Pengasuh Ponpes Al-Huda KH Muh Maghfur, anggota DPR Machmud Yunus dan Staf Khusus Menag Ermalena Muslim.


Ia pun mengingatkan agar pihak pontren agar memanfaatkan fasilitas bantuan pemerintah itu dengan baik dan maksimal. "Saya minta agar rusunawa ini memacu semangat belajar para santri," ujar menag.


Menag menyerukan agar santri lebih serius dan total menimba ilmu. "Bahkan bila perlu, pontren mengundang seluruh pakar ilmu untuk berdiskusi di pesantren, membuka wacana pengetahuan bagi anak-anak didik kita," ucapnya.


Pendidikan Islam sudah sangat maju termasuk di pondok pesantren. "Ini terbukti, banyak santri yang lulus telah melanjutkan kuliah di perguruan tinggi berkelas, baik di dalam negeri maupun luar negeri," katanya.


Menag mencontohkan, "para alumni pondok pesantren berbondong masuk Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Diponegoro (Undip), dan ke beberapa universitas-universitas ternama di Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika," ujarnya.


Menag menuturkan, pondok pesantren merupakan salah satu lembaga edukasi yang mampu melaksanakan pendidikan selama 24 jam, serta menjadi salah satu pilar pengembangan dan pencerdasan bangsa. "Santri harus dapat membuktikan bahwa mereka bisa menyumbangkan pengetahuan yang dimiliki demi kemajuan Indonesia," ucapnya.


Pondok Pesantren Al-Huda memiliki 400 santri yang selama ini fokus pada pengembangan tasawuf. Rusunawa yang dibangun dilahan seluas kurang lebih 2.800 meter persegi itu menghabiskan anggaran senilai Rp 4,7 miliar, dan memiliki 250 kamar.

(ra/berbagai sumber)

Diupload oleh : ra (-) | Kategori: Menteri Agama | Tanggal: 10-01-2013 09:28



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.002864 detik