Direktorat Pendidikan Agama Islam

Direktur PAI : Guru PAI Harus Jadi Quality Assurance PTM

Bogor (Ditpai). Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Amrullah, meminta kepada para guru pendidikan agama Islam di sekolah agar menjadi quallity assurance terhadap mutu dan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah selama pelaksanaan PTM terbatas ini.


Hal ini disampaikan oleh Amrullah dihadapan para Kasi PAIS/PAKIS/PENDIS dari 34 propinsi pada kegiatan Penyelarasan Penilaian Angka Kredit (PAK) guru dan Pengawas PAI di sekolah di Bogor, 27 Oktober 2021.


Saat ini kita masih menghadapi pandemic Covid 19, dan kegiatan pembelajaran disekolah belum optimal, saya berharap agar para guru PAI dapat menjadi penjamin kualitas (quality assurance) pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, kata Amrullah.


Menurut Amrullah, dengan kegiatan pembelajaran tatap muka yang masih dibatasi ini, maka para guru PAI harus benar-benar dapat membimbing dan mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman dan menyenangkan.


"Hampir dua tahun ini kita tidak ke sekolah. Anak-anak belajar di rumah dan tidak ketemu dengan teman-temannya maupun gurunya. Karena itu saya mohon agar para guru PAI dapat membimbing anak didiknya dengan penuh kesabaran dan kecintaan. Sehingga anak-anak dapat belajar dengan tenang, nyaman dan gembira." ujarnya.


Ia menyatakan pandemic Covid ini telah memporakporandakan semua tatanan yang sudah mapan, termasuk dalam dunia pendidikan dan kehidupan beragama. Karena itu pembelajaran PAI harus dapat diarahkan untuk membantu anak didik melakukan recovery dan adaptasi baru dengan situasi yang berubah ini.


Pendidikan Agama Islam harus diajarkan dengan suasana tenang dan nyaman, sehingga dapat membangun sikap mental anak didik kita yang kuat dan tangguh, agar mereka dapat kembali semangat dalam belajar dan beraktivitas, ujarnya.


Amrullah juga meminta agar para KasiPAIS/PAKIS/PENDIS di propinsi terus membimbing para guru PAI agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh dedikasi dan optmistik.


Kini saatnya kita harus tampil ke permukaan dan menunjukkan bahwa Kementerian Agama dapat menghadirkan layanan pendidikan agama Islam di sekolah yang bermutu dan bermartabat. Disinilah bentuk ikhlas beramal kita. Kata Amrullah.


Dalam kesempatan tersebut Amrullah juga menyampaikan tentang pentingnya program moderasi beragama di dalam pelaksanaan program Sekolah Penggerak yang menjadi program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.


Dirinya juga ikut senang karena program moderasi beragama diapresiasi penuh oleh Mendikbud Nadiem Makarim saat Launching Aksi Moderasi Beragama beberapa waktu yang lalu.


Kemendikbud telah mengumandangkan Program Sekolah Penggerak. Dan akan memasukkan materi moderasi beragama dalam program sekolah penggerak. Kami berharap agar para guru PAI dapat secara aktif terlibat dalam progam ini menjadi Guru Penggerak, kata Amrullah, yang sebelumnya merupakan salah satu Kasubdit di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.


Tugas Kabid/Kasi


Sementara itu, Kasubdit PAI SMP/SMPLB Agus Sholeh mengatakan tentang antusiasme guru dan pengawas PAI untuk mengurus kenaikan pangkat ke IV b begitu tinggi. Hal ini karena dukungan dan peran Kabid PAIS/PAKIS/PENDIS di daerah.


Sekarang ini guru dan pengawas PAI di sekolah sudah lebih antusias untuk mengusulkan kenaikan pangkat dari IV a ke IV b. Hal ini karena dukungan dari Kabid PAIS/PAKIS/PENDIS di propinsi dan Kasi di Kabupaten/Kota dengan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada para guru dan Pengawas PAI, ujar Agus Sholeh.


Ia meminta agar para Kabid dan Kasi memverifikasi semua dokumen yang diusulkan oleh guru dan pengawas PAI, sehingga semua berkas dan dokumen yang diajukan benar-benar telah sesuai dengan ketentuan.


Semua berkas dan dokumen harus diverifikasi oleh Kabid atau Kasi, agar jangan sampai usulan mereka ditolak karena dokumennya tidak memenuhi syarat, kata Agus.


Menurutnya, dengan makin banyak guru dan pengawas PAI yang mengajukan kenaikan pangkat ke IV b, ini mengindikasikan bahwa makin banyak guru dan pengawas tetap aktif dan kreatif.


Selama ini yang tidak lulus dalam penilaian angka kredit karena banyak guru dan pengawas yang tidak punya karya tulis ilmiah sesuai ketentuan. Karena itu menjadi tugas Kabid dan Kasi untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada mereka, ungkap Agus.


Kegiatan Penyelarasan Penilaian Angka Kredit (PAK) Guru PAI ini juga menghadirkan sejumlah nara sumber, antara lain Nurudin, Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama, Faisal Ghazali dari Pusat Kurikulum Kemendikbud, Eva Fadella dari Badan Kepegawaian Negara, dan para Kepala Seksi di lingkungan Subdit PAI SMP/SMPLB. (Tim Media SMP).

(Subdit PAI SMP/SMPLB)