Direktorat PAI Selenggarakan ToT Calon Pelatih Daerah PPKB pada 9 Provinsi

Illustrasi Foto (Direktorat PAI Kemenag)

Jakarta (Direktorat PAI) -- Direktorat PAI Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan program Training of Trainee (ToT) calon pelatih daerah program PPKB GPAI. Kegiatan ini berdurasi 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juli 2023 sampai dengan 04 Agustus 2023.

Diselenggarakan secara daring, kegiatan ini diikuti oleh calon pelatih daerah dari 9 provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, Papua, NTT, dan Jawa Timur.

Direktur PAI Amrullah dan Kasubbag TU PAI Firdiansyah turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan, Amrullah menyampaikan komitmen peningkatan kapasitas dan kualitas GPAI. "Direktorat PAI berkomitmen untuk peningkatan kapasitas dan kualitas guru PAI yang ada di seluruh Indonesia. Pada saat pelatih daerah sudah menyelesaikan TOT maupun refreshment, maka segeralah laksanakan tugas yang menjadi tanggung jawab dan kompetensinya,” tegasnya (26/7) di Jakarta.

Selain ToT dan refreshment, pemenuhan jumlah pelatih nasional juga menjadi perhatian khusus Direktur PAI. “Jumlah pelatih nasional masih sangat terbatas, tapi Direktorat PAI harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan,” lanjutnya.

Amrullah berharap, para pelatih nasional-daerah mampu memahami dan fokus terhadap poin pemahaman, keterampilan, serta melahirkan inovasi untuk desiminasi pengetahuan kepada GPAI.
“Bobot tugas pelatih provinsi, nasional, dan daerah sangat berat, karenanya harus diapresiasi. Oleh karena itu, pengetahuan dan ilmu para pelatih sangat bermanfaat apabila penyebarannya dipercepat," paparnya.

Lebih lanjut, Amrullah juga membahas tentang pentingnya peran tim pengembang dalam fase TOT dan refreshment kepelatihan. Diharapkan, perluasan wawasan serta ilmu dengan skema berjenjang yang sudah disepakati dan menjadi komitmen bersama itu haruslah dijalankan sesuai dengan aturan yang ada, sehingga outputnya jelas dan menuai hasil maksimal.

“Sekalipun masih ada hambatan atau rintangan dalam giat kepelatihan skema berjenjang, namun hal itulah yang akan dijadikan bahan evaluasi dan segera lakukan perbaikan yang dibutuhkan,” terangnya.

"Terdapat beragam upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan guru. Akselerasi kepelatihan dan perluasan informasi menjadi salah satu cara yang efektif. Hal itu dapat menjadi asupan mindset yang positif sekaligus tantangan dalam menghadapi peralihan bentuk kurikulum, yang semula menggunakan kurikulum tingkat satuan Pendidikan (KTSP), lalu beralih ke implementasi kurikulum merdeka," harapnya.

Mengakhiri arahan kegiatan, Amrulloh menyampaikan bahwa mayoritas guru PAI masih sangat membutuhkan upgrade kompetensi dan keterampilan. Untuk itu, baik pelatih jenjang dan guru PAI dituntut untuk serius mengikuti dan berpartisipasi dalam kesempatan yang tersedia melalui pelatihan, refreshment, maupun TOT.

Ia menutup pernyataannya dengan mengutip peribahasa arab, yakni al ilmu bila amalin kasy syajari bila tsamarin, ilmu tanpa amal layaknya pohon tak berbuah.

Sementara itu, Kasubag TU Direktorat PAI memberikan tambahan informasi terkait ToT ini.

“Rangkaian agenda ToT ini bermula dari rapat koordinasi dan persiapan serta pelaksanaan PK online, evaluasi, sampai dengan TOT pelatih daerah tahap 2 yang mengakomodir 9 provinsi yang sedang berjalan” ungkap Firdiansyah.

“Paralel dengan kegiatan TOT, para pelatih provinsi di luar 9 provinsi partisipan kegiatan TOT juga sedang menyelenggarakan refreshment PPKB,” ungkapnya. (Ferly)





Terkait