Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Amien Suyitno
Palembang (Pendis) ---Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Salah satunya dengan mengembangkan konsep pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang sejalan dengan kebutuhan zaman dan kemajuan teknologi.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Amien Suyitno saat memberikan materi pada Penguatan Madrasah Digital Menuju Indonesia Emas 2045 di Digital Room MAN 3 Palembang, Rabu (26/02/2025).
“Dalam konteks ini, tiga fokus utama yang diangkat oleh Menteri Agama menjadi pilar penting dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yaitu isu lingkungan, toleransi, dan nasionalisme. Sangat penting dilakukan pendekatan ekoteologi untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pelestarian alam dan penguatan nilai-nilai toleransi melalui moderasi beragama. Pun dengan pendidikan sejarah, penguatan budaya lokal dan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya menanamkan cinta tanah air,” beber Suyitno.
Dia juga menyampaikan, Kemenag telah menyiapkan sebuah platform berupa Madrasah Digital Supervision (MAGIS). Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses pengawasan, refleksi, serta perencanaan pendampingan bagi satuan pendidikan madrasah secara lebih efektif dan efisien.
Dengan MAGIS, pengawasan madrasah bisa dilakukan secara digital, memungkinkan pengawas atau pendamping madrasah menjalankan tugasnya dengan lebih sistematis. “Dalam hal pengembangan kurikulum, Kemenag juga telah melakukan proses integrasi digitalisasi rapot dan ijazah serta pengembangan kurikulum madrasah menjadi kurikulum cinta,” terangnya lagi.
Pada kesempatan itu, Suyitno juga meminta agar para kepala madrasah melakukan inovasi dalam memajukan madrasah yang berbasis digital. “Melalui refleksi berbasis digital, kepala madrasah dapat terus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan madrasah masing-masing,” jelasnya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel Syafitri Irwan mengaku optimis, arahan dan pembinaan dari Dirjen Pendidikan Islam dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas madrasah di Sumsel menghadapi era digitalisasi di dunia pendidikan.
Menurutnya, digitalisasi madrasah merupakan suatu keharusan karena tanpa adaptasi dengan perkembangan zaman, madrasah bakal tertinggal. “Alhamdulillah, saat ini minat untuk masuk madrasah sangatlah tinggi. Kepercayaan ini tentu harus dijaga dengan meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” jelas Syafitri.
Turut hadir pada kegiatan ini antara lain PLT. Rektor UIN Raden Fatah Palembang H. Muhammad Adil, Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang Saefudin, Kabag Tata Usaha dan Kepala Bidang Kanwil Kemenag Sumsel, Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag Sumsel, Kepala Madrasah Negeri se-Kota Palembang dan guru madrasah negeri se-Kota Palembang.
Tags:
madrasah digitalBagikan: