Akselerasi Penyelesaian Buku Teks Utama PAI dan BP Berkat Sinergi Berbagai Pihak

Pembukaan Kegiatan Pendampingan Penyusunan Buku Ajar PAI dan BP di Sekolah.

Bogor (PAI) --- Buku Teks Utama Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti wajib meraih tanda layak dan sertifikasi uji lolos dari Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI dan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Hal tersebut agar mutu Buku Teks Utama PAI dan BP menjadi berdampak kepada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, oleh karena itu Direktorat PAI melakukan akselerasi penyelesaian buku teks dimaksud dengan dorongan sinergi berbagai pihak.

Di tahun 2023, Direktur Pendidikan Agama Islam memberikan arahan direktif kepada Kepala Sub Direktorat PAI pada SMA/SMALB/SMK untuk menuntaskan dua program mandatory Kementerian Agama yakni, pertama, Pembinaan Kerohanian Islam (Rohis) di sekolah dalam berbagai bentuk kegiatan rutin dan insindental. Adapun kegiatan rutin bagi siswa-siswi Rohis adalah insersi PAI dengan moderasi beragama ke dalam intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Sementara program penting kedua adalah Penyusunan Buku Teks Utama Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang harus tuntas di tahun 2024 ini agar segera dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar di tahun ajaran baru 2024/2025 ini, sebagaimana disampaikan Plt. Direktur Pendidikan Agama Islam, Rohmat Mulyana Sapdi pada (18/12/2023)  https://pendis.kemenag.go.id/pai/nasional/rohmat-mulyana-24-buku-teks-reguler-dan-12-buku-teks-diksus-siap-terbit-di-2024-C5fTD

"Disposisi Direktur PAI sangatlah jelas bahwa program mandatory buku teks untuk terus dikawal karena menjadi tanggungjawab penuh Kementerian Agama bukan lagi Kemendikbud, kita senantiasa memperjuangkan lebih dari satu plan untuk penganggaran buku teks ini," jelas Kasubdit PAI pada SMA/SMALB/SMK, M. Adib Abdushomad.

Selain amanah besar dari Kemendikbud, Program Buku Teks Utama PAI & Budi Pekerti ini juga mesti di-review oleh KKMO Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Agama RI agar sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor B-042/MA/TL.OO/02/2024 tentang Kebijakan Pelaksanaan Tusi Penelitian dan Pengembangan pada Kementerian Agama Republik Indonesia dimana semua kegiatan survey, indeksasi, dan penyusunan kebijakan lainnya agar melibatkan dan dikoordinasikan langsung dengan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Dalam giat Penyusunan Buku Ajar PAI dan Budi Pekerti di Sekolah di Bogor (06/03/2024) dihadiri oleh sekitar 60 orang Guru Pendidikan Agama Islam yang juga menjadi penulis utama buku pendidikan reguler dan buku pendidikan khusus (diksus), dibuka secara resmi oleh Plt. Direktur Pendidikan Agama Islam yang diwakili oleh Kasubdit PAI pada SMA/SMALB/SMK, M. Adib Abdushomad.

"Wajib menjadi perhatian khusus adalah para buku ajar diksus yang menyusun buku ajar untuk guru pendidikan agama Islam bukan buku ajar untuk peserta didik. Catatannya adalah harus ada sistematika yang baku dan rinci yang lebih lengkap daripada rencana pelaksanaan pembelajaran," lugas Adib.

Kegiatan yang berlangsung di kota hujan ini juga berkaca pada kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama (01/03) di Jakarta tentang Penilaian Buku Pendidikan Agama Tahun Ajaran 2024 (Sosialisasi Pembukaan Pendaftaran Penilaian Buku Pendidikan Agama), sekaligus mempersiapkan kegiatan Pusat Kurikulum Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi di bulan mendatang yang akan membahas hasil draft akhir Buku Teks Utama PAI & BP dimaksud.

"Output dari event ini adalah tindaklanjut draft final Buku Teks Utama PAI & BP akan memperoleh stempel layak dari Balitbang Kemenag dan Puskurjar Kemendikbud. Selain itu, tim reviewer pihak eksternal dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djating Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Sebelas Maret, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, dan Pusat Perbukuan Kemendikbud pun dilibatkan agar lebih terjamin mutu konten dan konteksnya," tegas Doktor Lulusan Flinders University ini.

"Berbagi peran dan cerdas dalam menjalin sinergi serta kolaborasi dengan berbagai instansi lain adalah solusi konkrit untuk meminimalisir tantangan dan kelemahan yang kita hadapi bersama," tutupnya.



Terkait