Kunjungi SMA N 2 Pekalongan, Direktorat PAI Beri Pembinaan Moderasi Beragama

Gus Adib memberikan pembinaan Moderasi Beragama di SMAN 2 Pekalongan

Pekalongan (PAI)--- Kepala Subdirektorat Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMA/SMALB/SMK, Direktorat Pendidikan Agama islam, Kementerian Agama  H.M. Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D mengunjungi SMA Negeri 2 (SMADA) Pekalongan (22/2/2024).  Dalam kesempatan tersebut pria yang kerap dipanggil Gus Adib memberikan pembinaan pentingnya moderasi beragama di sekolah. 

“Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Pilihan pada moderasi dengan menolak ekstremisme dan liberalisme dalam beragama adalah kunci keseimbangan, demi terpeliharanya peradaban dan terciptanya perdamaian,” tuturnya.  

Lebih lanjut Gus Adib menjelaskan dengan cara inilah masing-masing umat beragama dapat memperlakukan orang lain secara terhormat, menerima perbedaan, serta hidup bersama dalam damai dan harmoni. Dalam masyarakat multikultural moderasi beragama sangat tepat diterapkan di Indonesia. 

Disela-sela pembinaan Gus Adib yang juga alumni SMADA bertanya kepada peserta, “Apa yang kalian ketahui tentang moderasi beragama?” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Wildan, siswa SMADA, “Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama memiliki sikap toleransi. Tidak ekstrim kiri atau ekstrim kanan. Menghormati umat agama lain.“ 
Selain itu Wildan menjelaskan agar kita tidak terdistorsi pemahaman bahwa Moderasi Beragama itu pendangkalan iman. “Untuk itu perlu dibedakan apa itu Moderasi Agama dan Moderasi Beragama. Keduanya memiliki implikasi makna yang berbeda. Kita tidak sedang memoderasi agama, tapi beragama yang berarti cara pandang atau pemahaman keagamaan,” tukasnya mendapatkan applause.

Kemudian Fatma Nurjanah, Ketua Rohis SMADA menambahkan Indonesia banyak sekali umat beragama, moderasi berarti cara kita beragama untuk saling menghargai, bertoleransi kepada umat agama lain dan tidak melebih-lebihkan dalam beragama. Sehingga umat beragama di Indonesia akan hidup rukun dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari jawaban tersebut, Gus Adib memberi hadiah kepada Fatma Nurjanah untuk mengikuti pelatihan Rohis di Bogor. 

Motivasi Siswa
Selain pembinaan, Gus Adib juga memberikan motivasi kepada siswa SMADA agar semangat dalam meraih cita-cita.  “Pengalaman saya, saat belajar di SMADA pernah menjadi siswa teladan nomor dua di Kota Pekalongan. Meskipun begitu saya pernah dua kali gagal. Sebelum mencoba UMPTKIN, saya mendapatkan PMDK jalur prestasi ke UGM tapi tidak diterima. Akhirnya mencoba jalur UMPTN tapi tidak berhasil. Namun, tetap semangat, kemudian lanjut kuliah ke Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang (sekarang UIN),” kisahnya. 

Di IAIN Walisongo Semarang, Gus Adib menjadi Wisudawan terbaik. Setelah itu mendapatkan beasiswa S2 dan S3 di Australia. Dalam meraih cita-cita, Gus Adib berpesan tidak boleh menyerah give up, selalu khusnu dzhan dan optimis. 

Pada acara tersebut dihadiri Waka Kesiswaan Muhammad Izzul Fahmi, Waka Kurikulum (Bimantara), Waka Humas (Dina Herawati), dan Guru PAI (Dadang Irwanto, Lubna Shuforoya dan Jazaul Khoiroh).



Terkait