Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam Arskal Salim GP
Bekasi (Pendis)---Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Pustrajak Penda) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI menggelar Pembahasan Program dan Anggaran Tahun 2025.
Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani dalam arahannya mengatakan, sekarang ini kita semua sedang mengalami sebuah model yang dalam kitab suci disebut shibghatallah, sebuah celupan dari Sang Khaliq agar kita lebih sehat.
“Ada hal yang perlu dipaksa dari hal yang tidak baik agar menjadi baik. Puasa itu sebagaimana janji Allah akan diberi kesehatan yang lebih baik. Puasa itu dalam satu dimensi akan mampu memerangi kanker, artinya tentu hal tersebut mendatangkan kebaikan, demikian juga akan “efisiensi” adalah pola puasa kita,” ungkap pria yang akrab dipanggail Kang Dhani di Bekasi, Rabu (26/02/2025).
Dalam konteks serba keterbatasan, lanjut Kaban, kita harus bisa memilih dan memilah. Ada sebuah pernyataan dari bahwa dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang namun berkelanjutan, kata Dhani.
Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam Arskal Salim GP yang hadir menjadi salah satu pemateri menyampaikan bahwa kegiatan ini baik sebagai wadah brain storming terkait Peran Strategis Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan dalam Penguatan Kebijakan Bidang Pendidikan.
Menurut Arskal, dalam menyiapkan dan menyusun suatu program, utamanya di bidang pendidikan kita harus merujuk dan melihat pada Astacita presiden, bidang pendidikan yakni Asta cita 4 tentang Sumber Daya Manusia (SDM), yang mana kita berupaya memperkuat SDM melalui pendidikan berkelanjutan.
“Kementerian Agama dalam pengembangan pendidikan keagamaan, yaitu Isu Lingkungan dengan pendekatan ekoteologi untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pelestarian lingkungan, ia mengatakan lebih lanjut soal toleransi dan nasionalisme yang juga harus menjadi perhatian bersama,”terangnya.
Arskal juga menambahkan bahwa Kemenag juga memberikan perhatian lebih terhadap bidang pendidikan, ia menambahkan saat ini tengah penyelesaian proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diupayakan untuk segera diselesaikan dengan berbagai metode, dalam kurun waktu 2 tahun ini, ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Pustrajak Penda Rohmat Mulyana Sapdi dalam laporannya mengatakan “Saya jadi ingat pesan Pak Kaban bahwa dalam kondisi apapun agar kita selalu senyum,” ujarnya mengawali sambutannya.
Menurut Rohmat, sebagai pegawai teladan harus tetap semangat. "Pekerja hebat itu tetap bekerja tenang dalam kondisi luar biasa tetap bekerja, ia mengatakan bahwa Pustrajak Penda akan tetap melakukan pengembangan program sebaik-baiknya dan seefisien mungkin, tandasnya.
Hadir sejumlah peneliti BRIN dan pemangku kepentingan dari Ditjen Pendidikan Islam, Direktorat Pendidikan Bimas Kristen, Direktorat Pendidikan Bimas Katolik, Direktorat Pendidikan Bimas Budha, Direktorat Pendidikan Bimas Hindu, dan Pusat Bimbingan Pendidikan (Pusbimdik) Konghucu.
Tags:
PendisBagikan: