Momen saat ratusan mahasiswa IAIN Lhokseumawe dilepas keberangkatan mengabdi

Momen saat ratusan mahasiswa IAIN Lhokseumawe dilepas keberangkatan mengabdi

Lhokseumawe (Pendis)--Ratusan mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe dilepas keberangkatannya  mengabdi di desa, pada Kamis (9/11/2023) di halaman upacara Biro Rektorat. Pelepasan dilakukan secara simbolis ditandai dengan penyematan atribut KPM oleh Rektor IAIN Lhokseumawe Danial kepada mahasiswa.

Penempatan mahasiswa mengabdi akan ditempatkan di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara, yang akan mengabdi mulai tanggal 9 November – 15 Desember 2023 mendatang.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Lhokseumawe, Dr. Said Alwi, MA menyebutkan sebanyak 754 mahasiswa terbagi ke dalam 58 kelompok, dengan rincian di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara sebanyak 48 desa, kemudian 2 desa di Kecamatan Blang Mangat dan Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe yang merupakan desa disekitaran kampus dan 8 desa di Kecamatan Salapian, Kecamatan Langkat Provinsi Sumatera Utara. Ujarnya pada saat sambutan.

Sementara itu, Danial dalam arahannya mengatakan Kuliah Pengabdian Masyarakat adalah bagian dari belajar bermasyarakat serta memberi apa yang telah dipelajari selama berkuliah.

“Rawat dan pelihara almamater IAIN Lhokseumawe baik dalam bertutur kata, berperilaku dan bertindak semoga ini dapat menjadi contoh teladan yang baik yang ditunjukkan dalam bermasyarakat,” pesannya. .

Dihadapan mahasiswa KPM, Rektor menekankan pentingnya kepekaan sosial, keluhuran budi pekerti, kesantunan dan kesopanan sikap, serta kemuliaan akhlak yang ditunjukkan. Jadikan ini bagian dari pelajaran, keteladanan dan pengalaman, Tegas Danial.

Sebelum turun ke desa pengabdian, para mahasiwa telah mendapatkan pembekalan pengabdian selama dua hari yang diisi dengan berbagai materi isu-isu problematika sosial seperti Pemateri Suraiya Kamaruzzaman dari LSM Balai Syura, kemudian pemateri  Wardana,  Kabid Kawasan, SDA dan TTG yang membahas tentang penggunaan aplikasi Sistem Informasi Gampong (SIGAP).

Selanjutnya materi selayang pandang Kecamatan Meurah Mulia dan Salapian yang akan disampaikan oleh camat masing-masing.

Pelaksanaan KPM tahun ini merupakan aktualisasi dari kerjasama yang dilakukan oleh IAIN dengan aparatur pemerintah. Seperti halnya kerjasama dengan pemerintah Aceh dalam hal input data dan operasionalisasi aplikasi sigap, dan Tindak lanjut kerjasama dengan Pemkab Langkat untuk meningkatkan tingkat literasi pada masyarakat desa tertinggal di Kecamatan Salapian, Langkat. (AR)