Training of Trainer Penguatan Moderasi Beragama di Solo, Rabu (19/02/2025)
Solo (Kemenag) – Moderasi Beragama menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Konsep ini tidak hanya bertujuan memperkuat harmoni dalam keberagaman, tetapi juga menjadi fondasi bagi bangsa Indonesia untuk menguasai sains dan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Sahiron, dalam acara Training of Trainer Penguatan Moderasi Beragama di Solo, Rabu (19/02/2025). Kegiatan ini digelar oleh UIN Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
"Moderasi Beragama yang terus digalakkan Kementerian Agama bertujuan menciptakan bangsa yang unggul dalam sains dan teknologi, sekaligus memiliki pemahaman keagamaan yang matang," ungkap Prof. Sahiron.
Menurutnya, pemahaman keagamaan yang matang ditandai dengan terciptanya situasi nasional yang damai dan harmonis. Setiap pemeluk agama di Indonesia diharapkan mampu hidup berdampingan dan menjunjung tinggi keberagaman sebagai bagian dari kemaslahatan bersama.
Lebih lanjut, ia menepis anggapan miring yang menyebut bahwa Moderasi Beragama adalah agenda asing. "Ini bukan produk zionisme atau titipan Barat, melainkan lahir dari kebutuhan bangsa sendiri untuk menjaga persatuan dan kehidupan yang damai. Khusus bagi umat Islam, konsep ini sejalan dengan tuntunan Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad," tegasnya.
Dengan komitmen kuat dari berbagai pihak, Moderasi Beragama diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam menyongsong Indonesia sebagai negara maju yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.
(hans)
Bagikan: