Jalan Lapangan Banteng Barat Nomor 3-4 Jakarta

Program Visiting Teacher Sebagai Pengembangan Mutu PAI di Daerah Perbatasan

images/informasi/5photodirektur.jpeg

Tangerang (Pendis) - Pemerataan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah terus dilakukan oleh Kementerian Agama RI melalui program Visiting Guru PAI di wilayah perbatasan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam, Rohmat Mulyana Sapdi, saat membuka kegiatan Program Visiting Guru PAI ke Wilayah Perbatasan, Senin (26/11). 
Rohmat menjelaskan bahwa program visiting menjadi alternatif dalam mengembangkan mutu pembelajaran PAI di daerah perbatasan melalui sharing pengalaman antar guru PAI."Anda adalah orang beruntung mengikuti program ini dan menjadi tugas mulia dalam memajukan pendidikan Agama Islam, dan juga melalui program ini diharapkan terjadi sharing (berbagi) pengalaman antara guru PAI yang kreatif, inovatif dan inspiratif dengan guru PAI sasaran atau pihak-pihak lain yang perlu mendapat pencerahan dalam pengembangan mutu PAI," jelasnya.Lebih lanjut, Rohmat menegaskan bahwa pelaksanaan visiting guru adalah untuk melakukan inflitrasi terhadap paham-paham negatif di masyarakat.
"Kegiatan visiting guru PAI ini dirancang dalam upaya menghadapi tantangan dan memfilter pengaruh-pengaruh negatif yang mungkin masuk mempengaruhi kondisi masyarakat terutama peserta didik yang berkembang saat ini," ujarnya.
Tujuan pelaksanaan visiting guru ini adalah agar para guru PAI dapat ikut berpartisipasi, menularkan keterampilan, pengalaman dan ilmunya untuk kemajuan guru PAI di wilayah sasaran terutama wilayah 3 T (terdepan, terluar dan tertinggal), baik di lingkungan sekolah, masyarakat maupun komunitas pengembang dan peningkatan mutu pendidikan agama Islam pada sekolah setempat.
Program ini diikuti oleh 74 perserta yang telah lulus seleksi di tingkat wilayah dan pusat dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan Pengawas. Sedangkan lokasi yang menjadi tempat mereka bertugas nanti ada pada 37 kabupaten dan kotamadya yang ada di Indonesia. 
Rohmat berharap agar Guru PAI tidak hanya membentuk peserta didik yang hanya memahami dan menghayati ajaran agama Islam secara baik, namun juga menanamkan nilai-nilai luhur ajaran agama Islam sebagai landasan moral, etika, dan akhlak mulia, melalui berbagai strategi dan model pembelajaran yang dikembangkan serta contoh keteladanan (uswah hasanah) yang ditampilkan guru PAI dalam kehidupan sehari-hari. 
Di akhir paparannya, Rohmat mengapresiasi peserta visiting guru yang selama ini telah mengabdi dalam pengembangan PAI di sekolah. "Saya mengapresiasi para guru PAI yang telah membantu Kementerian Agama dalam peningkatan mutu pembinaan dan peningkatan mutu PAI di sekolah," pungkasnya. (Bil Bachtiar/Miftah/dodi)